Retinal Scanner Software part 2

Akhirnya software retinal scanner sudah selesai. Ada inti penting dari source codenya, yaitu penggunaan Victor Image library yang telah dijelaskan pada part 1. (Pengembangan aplikasi ini menggunakan C#)

int rcode;

vicwin.imgdes simage;

vicwin.imgdes oimage;

rcode = vicwin.correlationcoef(ref simage, ref oimage, ref coef);

Dalam source code yang dibuat code diatas merupakan kode utama, dimana kita bisa membandingkan antara 2 buah image (simage dan oimage) dan mendapatkan tingkat korelasinya. Untuk gambarnya sendiri, dari library Victor Image telah disiapkan berbagai macam tipe file (jpg, bmp, gif, tiff, png…). Pembuatan formnya sendiri dapat dibuat sesuka hati.

Sebenarnya penggunaan Victor Image Library ini tidak terbatas hanya untuk komparasi retina. Kita juga dapat membandingkan gambar apapun sesuai keinginan.

Retinal Scanner Software part 1

Retinal scanner itu merupakan teknologi tinggi. Alatnya tidak mudah didapatkan. Bila adapun, harganya sangat mahal, bahkan bisa mencapai $2000. Kalau kita ingin memasang alat seperti itu untuk kamar (kosan) kita, wah… tunggu dulu deh.

Nah, lain ceritanya kalau soiftwarenya. Cukup mudah kok membuat software untuk retinal scan itu. Tinggal coding dikit, jadi deh! Untuk membuat software tersebut, kita perlu memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya : punya Microsoft Visual C#. Punya .NET 2.0. dan yang paling utama… Punya NIAT, hehehe…

Oh, ya sebelumnya kita juga perlu dll dari Victor image. buka aja disini. Trus tinggal coding deh. Klo perlu dokumentasinya, klik aja disini. Dari file tersebut baru bisa kita buat pembanding antar hasil scan retina. Nah, untuk lebih rincinya, mengenai software retinal scanner ini akan dibahas di part 2. Ditunggu ya!

Romusha di Informatika

Wuih…

Tugas-tugas di informatika (IF) buanyak sekale….

Tidur jadi barang berharga, makan 3x sehari merupakan barang mewah, mandi pun… (klo mandi sih kadang-kadang juga males)

Sekarang ini ada tugas bikin laporan. Tugas ngurus proyek web. Tugas ngoding OOP. Tugas desain poster…

Sibuk…

lama-lama bisa jadi begini nih

Aplikasi Berbasis Suara

Ada hasil eksplorasi nih.

Kita bisa bikin aplikasi berbasis suara loh, kayak voice call di ha-pe (baca : henpon), tapi tidak terbatas hanya suara yang direkam aja (karena gak pake rekam-rekaman). Suara siapapun bisa mengaktifkan perintah-perintah dalam aplikasi ini.

Untuk membuat aplikasi berbasis suara tersebut, kita perlu SDK (Software Development Kit) dari Microsoft, yaitu Microsoft Speech SDK. Nah, dengan pake SDK ini kita bisa membuat aplikasi apapun yang hanya menggunakan suara sebagai inputnya. (Tentunya perlu ngoding untuk membuat aplikasinya) Tapi klo aplikasinya ud jadi, menjalankannya hanya perlu suara. Suara siapapun bisa lho.

Nah, klo dikembangkan lebih lanjut, dan menambahkan AI (artificial intelligence) dalam aplikasinya, kita bahkan bisa membuat Doraemon (maksudnya temen ngobrol, tapi cuma sebagai aplikasi di komputer). Dari SDK itu selain bisa input suara, output suara juga bisa. Yah, buat keren-kerenan aja, kita bisa bikin aplikasi yang klo ada yg nanya “Siapa namamu?” aplikasi itu bakal jawab “Saya Tom Cruise”. Pokoknya gitu deh.

Cuma masih ada kekurangan dari SDK ini, yaitu masih berbahasa Inggris. SAya pengen menambahkan library untuk bahasa indonesia, karena bahasa indonesia tidak ambigu, klo ada huruf ‘a’ bakal dibaca ‘a’, klo bahasa inggris kadang-kadang dibaca ‘e’.

Pengembangan ini bisa sangat membantu kualitas teknologi di indonesia lho. Ayo kembangkan indonesia!

Live everyday to the fullest!
Enjoy your life!